Langsung ke konten utama

Postingan

Serupa Tapi tak Sama

Apa yang lebih sulit dari membedakan mana yang benar dan mana yang salah?

"itu mah udah jelas kali, gak sulit"
"mantap. lalu apa yang sulit?"
"lah apa?"
"membedakan mana yang benar di antara dua hal yang keduanya terlihat baik"
"lah terus gimana taunya?"
"belajar"

lalu obrolan berlanjut sampai
"Kalau nanti aku dihukum Allah karna berbuat baik, yaudah"
"Apakah Allah mendzhalimi hamba-Nya?
"enggak"
Apakah Allah menghukum hamba-Nya karna hamba-Nya berbuat baik?"
"enggak"
"apakah Allah menghukum hamba-Nya karna hamba-Nya jahil (bodoh)?"
"hmm..."
"kita buat kedokteran banting tulang nyari referensi terbaik. belajar sana-sini untuk menentukan yang benar. buat Allah, buat Tuhan kita, masa kita gak gitu?"

#sudahkah kita belajar untuk Tuhan kita?

copyright to amgah.blogspot.com
Postingan terbaru

Ganti Sudut Pandang, Sudahkah Kita Melihatnya?

Di suatu pagi di kala matahari bersinar. Bukan sebuah lirik lagu melainkan sebuah keterangan waktu. Terdapat cukup sedikit orang di dalam sebuah forum tertutup, obrolan pagi itu cukup. Tak mampu aku ketik kata-kata atau kata setelah cukup.
"Kalian tuh gimana sih? masa gini aja gak tau?" Inginku buat sebagai dialog dua sisi. Tapi aku teringat bahwa saat itu kami hanya mengangguk "Kalian belajar gak sih? Kalian niat gak sih? Kalian bener-bener mau belajar atau enggak?"

Di pagi yang lain, yang lebih tenang dari pagi sebelumnya. Di matahari yang lain, yang lebih sejuk dari matahari sebelumnya
"Kalian mau kan **** (suatu tujuan yang tak dapat diceritakan)?
"Mau **** (suatu panggilan yang tak dapat dituliskan)" "Sediakanlah waktu kalian untuk ****. Kalian punya 24 jam sehari, tidur berapa jam sisanya kalian bangun. Kalau kalian mau ****, berusahalah.  "iya ****" "tidak ada hal di dunia ini yang kita dapat secara cuma-cuma. Semua ada u…

Tidak Bisa Lari

Kali ini kita membahas lari. Bukan karena cepatnya Aubameyang ditambah Miki dan Ramsey yang membawa Arsenal menang telak. Bukan pula karena Real Madrid yang diam di tempat. Bukan juga tentang membahas kartu kuning yang sebenarnya tak membawa kita ke mana pun.

Di suatu lampu merah, perempatan ring road utara dan jalan Kaliurang
"oi X, menurutlo kalo gue begini begini begini, orang-orang akan komentar gak? Melanggar norma gak? menurutlo oke-oke aja apa gak oke?"
"lo mau begini begini begini?"
"iya"
"yaudah sih lakuin aja. toh lo gak ngelanggar perintah Allah. kecuali lo begitu begitu nah itu baru. Manusia mah gak akan pernah bisa lari dari omongan orang lain. Rasulullah aja manusia terbaik masih dicela."
"hm bener juga"

Sederhana, tapi aplikasi nya cukup rumit. Meskipun ada beberapa manusia yang cenderung bodo amat, ada sebagian lagi yang masih "duh kalo gini apa ya kata orang? kalo gitu diomongin gak ya". Sesuai kata X, kita t…

Ujian Nasional Kedokteran dan Ujian Internasional Manusia

Sebagai wujud mengembalikan produktivitas blog di tengah himpitan waktu, amgah.blogspot.com sekarang membuat CPPH, cerita pendek penuh hikmah. Rada maksa dikit singkatannya

Ujian Nasional Kedokteran dan Ujian Internasional Manusia  Kedua hal tersebut diberi tanda kutip
di tengah hiruk-pikuk belajar, tiba-tiba seorang teman berkata
"gah, kayaknya aku berlebihan dalam belajar ukmppd"
aku pun menjawab kurang lebih "oya? kenapa kamu ngerasa gitu?"
"aku kemarin abis ikut kajian, di sana ada bahas tentang berlebih-lebihan. kalau orang lain berlebihan dalam bercanda. sepertinya aku berlebihan dalam belajar"
"gak apa apa belajar ukmppd. emang kewajiban sebagai calon dokter. Tinggal gimana seimbangin sama belajar ilmu agama. Perumpamaannya simpel

#1 kita calon dokter, mahasiswa kedokteran, tanda kutip takut sama ujian kedokteran. Takut gak lulus, ngeri gak lulus, atau ingin memberikan yang terbaik agar lulus dan menjadi dokter yang baik.

#2 Di satu sisi kita ju…

Mengapa Aku Menikah Part 2

Jembatan (Bridge)  Lanjutan Mengapa Aku Menikah Part 1

Modal minus sudah diberikan Tuhan melalui pernikahan orang lain. Lantas bagaimana aku memulai pernikahanku sendiri? Sebuah pertanyaan yang sangat sulit, saat itu. Banyak kata orang-kata orang yang lalu lalang tak jelas ke kiri dan kanan. Mengapa berkelahi? aku ingin keyakinan.
Ada orang yang menakut-nakuti, tetapi ada pula yang menyemangati. Lah iki piye? Sedikit tawa kecil memikirkan betapa uniknya paradoks tersebut. Kok aneh, kalo nikah memang baik kenapa masih ada yang bilang jangan dulu, nanti aja? terus kalo nikah memang tidak baik, kenapa masih ada yang menyemangati untuk disegerakan? Yang bener yang mana? Terus yang memilih menikah nanti, mengapa masih mengutuk pernikahannya padahal sudah nanti?dan beberapa yang menyegerakan sebagiannya ada yang menyayangkan. Jadi sebaiknya bagaimana?
Anehnya lagi ada penggiat nikah muda, lalu ada penggiat lawannya yang meredik para penggiat nikah muda di satu forum. Lah ini lucu, gak nyam…

Mengapa Aku Menikah Part 1

Prolog
Berulang kali tulisan ini aku biarkan terkatung dalam daftar draftKenapa harus aku post? orang yang tidak percaya akan menghina minimal mengingkari. Orang yang percaya tak perlu repot-repot baca ini karna sudah percaya. Orang yang bingung? hm. Karena terhenti pada kalimat tanya itu akhirnya memberanikan diri untuk merampungkan Mengapa Aku Menikah.
Cukup banyak yang bertanya "kok bisa sih? gimana ceritanya?" tak sedikit pula yang meminta "di post dong di blog" Pertanyaan bisa kujawab namun postingan blog kadang kutolak.  Modal dari membaca ini mungkin sebuah keraguan. Aku pun menikah berawal dari keraguan, dulu aku ragu karena sebagai seorang mahasiswa kedokteran yang mainstream aku tak punya penghasilan. Namun waktu berjalan akhirnya menyadari bahwa keraguanku bukan semata-mata karena penghasilan. Keraguanku muncul akibat aku lemah ilmu, tak punya ilmu mengenai pernikahan.
Tak perlu aku jelaskan panjang lebar mengenai pencarian orang, siapa jodohku?. Kare…

Koas kok gak Belajar?

Analogi dan Fenomena 
"Kalian itu yang nantinya ngerawat saya kalau saya sakit. Kalau kalian gak pinter lah gimana saya nanti? Terus ketika kalian sudah praktik mandiri, pasien datang ke kalian minta tolong. Kalau kalian gak ngerti, gimana kalian mau nolong?" Salah satu konsulen terbaik kami, stase THT RSST Klaten
"Heran saya sama temanmu. Koas kok mbolosan (suka bolos), yang butuh kan dia bukan saya" Salah satu curhatan tentang koas Dinamika sosial yang kalau diperhatikan hampir semua bahkan mungkin semua interaksi sosial seperti itu. Ada orang yang sungguh-sungguh, pertengahan, dan sungguh-sungguh di tempat yang lain. Frasa halus dari meninggalkan yang seharusnya dikerjakan (dibahas kemudian). Semua orang adalah pemerintah terhadap tubuhnya sendiri, sudah termasuk akal dan qalbu (nafs atau hati). 
Namun seringkali terjadi otomatisasi atau di dunia medis dapat dikatakan refleks, padahal untuk memperoleh refleks, orang tersebut memilih untuk membiasakan suatu hal.…