Langsung ke konten utama

Postingan

Nikmatnya Iman Ingin Kita Rasakan

Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

Sudahkah kita merasakan kenikmatan itu? Kalau senang bersyukur, kalau susah bersabar

Jika belum, kuy belajar
belajar ilmu untuk mendapat harta? no no no, sudah mainstream dan kita lah yang menjaga harta, tidak membawa ketenangan hanya membawa kesusahan dan "kesenangan" yang silih berganti.

belajar ilmu untuk menjadi mukmin? ilmu lah yang menjaga kita, membuat ketenangan hati sesuai sabda Rasulullah Muhammad ﷺ yan…
Postingan terbaru

Asiknya menyertakan Allah dalam UKMPPD

7 Langkah Menikmati UKMPPD part #2  Melanjutkan cerita kemarin di 7 Langkah Menikmati UKMPPD. Jika kemarin kita sudah membahas nomor satu yaitu; UKMPPD adalah ujian kompetensi, bukan ujian Seleksi. dan nomor dua yaitu Penuhi hak-hak Allah,jika Allah menginginkan kamu lulus UKMPPD, kamu pasti lulus UKMPPD.Sekarang kita membahas apa manfaatnya kalau sudah melaksanakan dua langkah tersebut
Saudaraku tentu gelisah atau bahasa gaulnya nervous (sering dibaca nerves) pasti terjadi di setiap hal yang menunutut kita keluar dari zona nyaman. Salah satunya adalah hari H ujian atau bahkan persiapan ujian, gelisahnya bukan main. Perasaan gelisah ini sangat tidak nyaman bukan? Setiap orang ingin menghilangkannya dengan caranya masing-masing. 
Ada orang yang olah nafas, ada yang belajar lebih giat, dan ada pula yang tawakkal sama Allah. Tidakkah kita menyadari bahwa orang yang hanya bersandar pada dirinya, usahanya, dan apa pun selain Allah memiliki dua ending. Jika ia lulus maka kelulusannya tidak…

7 Langkah Menikmati UKMPPD

Keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk, halo! Kali ini kita akan mengupas Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Pasti sudah banyak tips dan trik lulus UKMPPD, lalu kenapa masih dibuat lagi? Menurut hemat saya, sebagian orang ikut ujian tanpa menyertakan ruh-nya.
Apalah gah, ruh opo toh. | Lah gak nyertain ruh darimana? belajar dari terbit matahari sampai terbit lagi? | ngomong opo toh le.... 
Saya melihat kekuatan UKMPPD begitu besar dibanding ujian-ujian stase koas. Sebagian orang yang takut tidak lulus, ketakutannya tersebut membuat ruhnya terpisah dari jasadnya. Sebagian orang belajar UKMPPD hanya menggunakan jasad, belajar UKMPPDtetapi tidak menikmati hidup. Hidupnya hanya untuk UKMPPD dan kebutuhan primer; makan, belajar, tidur, belajar, makan, tidur, belajar, belajar, makan, belajar, dan berlanjut hingga hari ujian tiba.

Inilah 7 Langkah Menikmati UKMPPD, dibuat oleh mahasiswa kedokteran yang ingin menikmati ujiannya, yang benci kepada siapa pun yang mena…

Nikah Itu Enggak Enak! Bohong!

Izinkan aku tertawa kecil sejenak melihat judul yang tertulis. Karena sesungguhnya ada godaan setan - setan secara KBBI baku loh - berupa kemarahan ketika aku melihat tulisan "NIKAH ITU ENGGAK ENAK!!!". Semangat sekali orang yang membagikan judul huruf kapital seperti itu. Semoga semangatnya dibelokkan menuju kebaikan.
Saudaraku, ada beberapa peraturan yang ingin kusampaikan sebelum kubagikan pengalamanku padamu. Pertama, kalau Engkau tidak memercayaiku, janganlah membaca tulisan ini. Kedua,  kalau Engkau menginginkan referensi pengalaman untuk pernikahanmu, bacalah tulisan ini dan kritisilah. Ketiga dan terakhir, janganlah waktu kita yang berharga terbuang dengan debat kusir, perselisihan tak berdasar, dan melupakan petunjuk1 kita semua.
"Bocah ingusan lo, nikah baru berapa lama aja belaga nulis" "Entah kamu saudaraku atau bukan, kalau Engkau tidak memercayaiku, cukup jangan membaca tulisan ini2"
"Nikah itu Enggak Enak" aku sebut "Dusta y…

Panutanku: Banyak Harta Banyak Ilmu

(Salah satu) Panutanku; Banyak Harta, Banyak Ilmu   
Pada sebuah percakapan di suatu forum, terlahir sebuah pertanyaan unik dari mulut seorang penuntut ilmu. Waktu itu kita sedang membahas tentang dunia dan akhirat. Pembahasan hangat tentang orang yang tujuan akhirnya dunia dan orang yang tujuan akhirnya akhirat. Anehnya, disadari atau tidak, kata akhirat terkadang (tidak sengaja) disandingkan dengan kata miskin. Kita berlindung kepada Allah dari hal tersebut.

"woy woy ngaco lo gah orang yang ngejar akhirat dibilang miskin!" "eits sabar. lagian siapa juga yang bilang gitu, baca yang bener bro."


     Percakapannya kurang lebih seperti ini; "X, kita kan butuh role model, dan role model di sekitar kita itu aku paham masih tujuan akhirnya dunia. Gimana sih cara X untuk menyikapi itu? karena tanpa kita sadari, kita akhirnya kagum sama beliau, kagum sama keluarbiasaan beliau, kagum sama titel beliau, kagum sama kekayaan beliau, tapi beliau masih dunia banget" - Y
&q…

Serupa Tapi tak Sama

Apa yang lebih sulit dari membedakan mana yang benar dan mana yang salah?

"itu mah udah jelas kali, gak sulit"
"mantap. lalu apa yang sulit?"
"lah apa?"
"membedakan mana yang benar di antara dua hal yang keduanya terlihat baik"
"lah terus gimana taunya?"
"belajar"

lalu obrolan berlanjut sampai
"Kalau nanti aku dihukum Allah karna berbuat baik, yaudah"
"Apakah Allah mendzhalimi hamba-Nya?
"enggak"
Apakah Allah menghukum hamba-Nya karna hamba-Nya berbuat baik?"
"enggak"
"apakah Allah menghukum hamba-Nya karna hamba-Nya jahil (bodoh)?"
"hmm..."
"kita buat kedokteran banting tulang nyari referensi terbaik. belajar sana-sini untuk menentukan yang benar. buat Allah, buat Tuhan kita, masa kita gak gitu?"

#sudahkah kita belajar untuk Tuhan kita?

copyright to amgah.blogspot.com

Ganti Sudut Pandang, Sudahkah Kita Melihatnya?

Di suatu pagi di kala matahari bersinar. Bukan sebuah lirik lagu melainkan sebuah keterangan waktu. Terdapat cukup sedikit orang di dalam sebuah forum tertutup, obrolan pagi itu cukup. Tak mampu aku ketik kata-kata atau kata setelah cukup.
"Kalian tuh gimana sih? masa gini aja gak tau?" Inginku buat sebagai dialog dua sisi. Tapi aku teringat bahwa saat itu kami hanya mengangguk "Kalian belajar gak sih? Kalian niat gak sih? Kalian bener-bener mau belajar atau enggak?"

Di pagi yang lain, yang lebih tenang dari pagi sebelumnya. Di matahari yang lain, yang lebih sejuk dari matahari sebelumnya
"Kalian mau kan **** (suatu tujuan yang tak dapat diceritakan)?
"Mau **** (suatu panggilan yang tak dapat dituliskan)" "Sediakanlah waktu kalian untuk ****. Kalian punya 24 jam sehari, tidur berapa jam sisanya kalian bangun. Kalau kalian mau ****, berusahalah.  "iya ****" "tidak ada hal di dunia ini yang kita dapat secara cuma-cuma. Semua ada u…