Langsung ke konten utama

Postingan

Koas kok gak Belajar?

Analogi dan Fenomena 
"Kalian itu yang nantinya ngerawat saya kalau saya sakit. Kalau kalian gak pinter lah gimana saya nanti? Terus ketika kalian sudah praktik mandiri, pasien datang ke kalian minta tolong. Kalau kalian gak ngerti, gimana kalian mau nolong?" Salah satu konsulen terbaik kami, stase THT RSST Klaten
"Heran saya sama temanmu. Koas kok mbolosan (suka bolos), yang butuh kan dia bukan saya" Salah satu curhatan tentang koas Dinamika sosial yang kalau diperhatikan hampir semua bahkan mungkin semua interaksi sosial seperti itu. Ada orang yang sungguh-sungguh, pertengahan, dan sungguh-sungguh di tempat yang lain. Frasa halus dari meninggalkan yang seharusnya dikerjakan (dibahas kemudian). Semua orang adalah pemerintah terhadap tubuhnya sendiri, sudah termasuk akal dan qalbu (nafs atau hati). 
Namun seringkali terjadi otomatisasi atau di dunia medis dapat dikatakan refleks, padahal untuk memperoleh refleks, orang tersebut memilih untuk membiasakan suatu hal.…
Postingan terbaru

Koas Teladan dan Keunikan yang Mereka Miliki

Lewat sudah 20 menit untuk mencari ide. Cari ke dalam otak yang sekarang ternyata kosong, cari ke masa lalu masih juga kosong, sampai buka artikel-artikel lama dan akhirnya ketemu. Kali ini tentang dua insan yang aku temui saat koas bedah FK UGM di Banyumas. Stase besar yang paling menyenangkan dari sisi waktu kosong (waktu mandiri).

Anggap saja namanya Fulan1 dan Fulan2, agar mereka tidak malu kisahnya aku beberkan di sini. Fulan1 dengan Fulan2 sebenarnya punya perbedaan yang sangat besar, yaitu berat badan. Namun keduanya masyaAllah, pengetahuan agamanya bukan main. Penting untuk diketik, bahkan mungkin paling penting. Keduanya tidak meninggalkan ilmu dunia, mereka berdua cerdas, yang satu sering juara olimpiade yang satunya lagi dipercaya banyak orang dalam tindakan kedokteran.

Takdir Allah aku bertemu mereka di Banyumas ketika kami bertiga punya banyak waktu luang. Di saat yang bersamaan tepat sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Alhasil pergilah kita pada beberapa malam di sepul…

Koas dan Lima Kebahagiaan di Dalamnya

Sudah hampir dua tahun aku dan teman-teman mengenyam pendidikan dokter muda (koas). Cukup sering juga cerita dibagikan di blog ini karena koas sangat berbeda dengan sarjana kedokteran. Kalau S.ked ikuti alur saja sudah cukup, namun tidak dengan koas. Di koas perlu tahu tips dan trik yang tidak tertulis jika tak mau waktu terbuang sia-sia.

Seperti fase hidup pada umumnya, suka duka itu selalu silih berganti. Kali ini aku ingin bercerita tentang 1 tahun yang lalu. Bertempat di RSUD Banyumas dan RSUP DR. Sardjito. Uniknya, draft artikel ini aku buat sebelum hari pertama stase radiologi, namun ketika hari pertama stase radiologi, apa yang ingin aku tuliskan di sini seperti bocor dan disampaikan oleh dr. Lina dan mba Dian.

Asiknya stase saraf Banyumas zamanku dulu (seharusnya belum berubah), kita memiliki cukup waktu untuk belajar. Kadang, koas lain mengartikannya sebagai jalan-jalan ke Purwokerto. Namun jangan dipikir banyak waktu tersebut membuat kita bodoh. Karena ketika jam kerja, dokt…

Lima Tips Koas IPD FK UGM

Banyak sekali hal-hal yang tidak tertulis dalam peraturan namun dalam kenyataan sangat dipegang. Contoh; ketuk pintu saat hendak memasuki ruangan. Pastilah kertas peraturan semakin penuh jika setiap peraturan tidak tertulis ikut ditulis. Sayangnya masih ada saja beberapa koas yang mungkin lupa kalau ada hal tersebut. Oleh karena itu kewajiban bagi koas yang ingat untuk mengingatkan. Kalau yang lupa tidak mau mengingatkan, semoga Tuhan mengingatkannya.
Namun, kita di sini tidak membahas peraturan tak tertulis melainkan tips tak tertulis. Beberapa tempo lalu -- di sini -- aku telah menuliskan bagaimana koas dituntut untuk memiliki inisiatif. Namun sayangnya, pendidikan kita tidak sinergis untuk mendidik kami menjadi pribadi inisiator. Contoh? Ada bagian dimana salah menginisiasi berakibat fatal, lebih baik manggut-manggut angguk-angguk. Lalu hadirlah artikel ini yang semoga dapat membantu Anda jika ingin IPD lebih bermanfaat. Tentunya pembaca lain sangat diundang untuk berbagi tips pri…

Satu Kebutuhan Koas yang kadang Lupa: Nikah atau Karir

Yeay! Dua bulan terakhir sebelum kami merdeka, insyaAllah. Bersamaan dengan pergantian tahun, berganti pula rotasi klinik menjadi persiapan UKMPPD. Jika zaman dulu kita mengenal Ujian Nasional (UN), UKMPPD adalah UN-nya anak FK. Saya dengar target FK UGM adalah lulus 100%, semoga tercapai aamiin. Di satu sisi, berarti kami (koas) harus kerja cerdas agar dapat bergandengan tangan dengan fakultas mencapai target tersebut. Menariknya, kebutuhan UKMPPD pasti diingat oleh koas dan difasilitasi oleh fakultas. Berbeda dengan apa yang ingin saya bahas.
Merdeka -- bebas dari penghambaan, berdiri sendiri, tidak terikat, lepas dari tuntutan (KBBI, 2017) -- adalah dambaan setiap koas. Mungkin dambaan setiap peserta didik setidaknya di bidang kedokteran. Sudah rahasia umum bahwa beberapa sistem pendidikan kedokteran menuntut sistem pertahanan diri yang baik agar tetap sehat (terutama sehat jiwa). Oleh karena itu kemerdekaan adalah oase jika berada di tengah gurun pasir tersebut. Setelah koas, me…

Koas Penyakit Dalam FK UGM

Koas Ilmu Penyakit Dalam FK UGM
Halo semua pembaca! lama tidak berjumpa di ruang maya ini. Semoga teman-teman, bapak, ibu, semuanya dalam keadaan sehat. Kali ini aku ingin bercerita tentang stase besar terakhirku. Kisah nano-nano yang tak terlupakan, tentunya tiap bagian hidup kita memiliki keunikan dan spesialnya masing-masing. Ini kisahku

Sepuluh minggu tulang punggung dokter umum. Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap bagian lain, IPD memang menyumbang peran besar. Sewajarnya punggawa ilmu penyakit dalam (IPD) menginginkan koasnya pintar-pintar. Berbagai program telah disiapkan oleh dosen-dosen kita yang luar biasa. Program pertama adalah bimbingan koas.

Aku rasa tidak ada cerita khusus di bimbingan koas. Tips belajar sebelum stase?  Maaf ya menurutku pribadi tidak perlu. Saranku perdalamlah ilmu yang disukai; ilmu jual beli yang baik? ilmu agama? ilmu-ilmu yang bermanfaat yang mau diamalkan. Manfaatnya dobel; manfaat belajar + manfaat mengamalkan. Mengapa tidak perlu belajar dul…

Ketahanan Individu, Berbuat Baik itu Pilihan

Debat Besar

Beberapa bulan lalu

"Eh aku pengen ngasih hadiah ke X deh"
"Lah ngapain Gah?"
"Karna X udah baik banget"
"Lah kan itu kewajiban beliau sebagai ***"
"Iya ngerti, tapi gak semua *** baik banget ke kita"
"Iyasih, tapi itu gratifikasi Gah"

Semua orang di sana menentang ideku untuk memberikan sebuah penghargaan kepada X yang telah baik. Saat itu, sampai saat ini, menurutku berbuat baik itu pilihan. Kita sama-sama tahu bahwa ada kewajiban yang melekat di setiap jabatan, gelar, apa pun yang melekat. Bahkan manusia pun punya kewajiban sebagai seorang manusia. Namun, tidak semua orang menjalankan kewajibannya. Pun menjalankan, ada pula yang setengah hati, mengerjakan semaunya sendiri.

***
Definisi Baik

Banyak kesalahpahaman mendefinisikan baik sebagai suatu pemanjaan terhadap sebuah aktivitas. Banyak pula yang mengklarifikasi bahwa "baik" tidak melulu lunak. Baik di dalam pendidikan kami artikan sebagai suatu upa…